Hari-hari berikutnya berlalu seperti mimpi buruk yang dibungkus dalam kehangatan rahasia. Bagi dunia luar, Jena tetaplah Nyonya Muda Wijaya yang anggun dan tak tersentuh. Namun, di dalam dinding kediaman mewah yang dingin itu, setiap sudut rumah kini menyimpan jejak gairah terlarang yang membakar.Pagi itu, Arkan duduk di ruang tengah sambil menikmati kopi hitamnya. Tatapannya tertuju pada Jena yang sedang menyiram tanaman di balkon dalam."Aku akan mengadakan pertemuan tertutup dengan para pemegang saham di rumah ini malam ini," ucap Arkan tanpa menoleh, suaranya seperti biasa, dingin dan otoriter. "Pastikan semua pelayan menyiapkan jamuan terbaik, dan kau, Jen ... aku ingin kau tetap berada di ruang atas. Jangan mengganggu rapat kami."Jena menghentikan gerakannya sejenak. "Pukul berapa rapatnya selesai?""Tidak perlu tahu. Tugasmu hanya diam di dalam kamar," potong Arkan tajam, lalu kembali menatap layar laptopnya.Di sudut ruangan, Elang berdiri tegap dengan seragam pengawalnya. J
Last Updated : 2026-08-06 Read more