Jena sedikit berdebar namun tak ingin memperlihatkannya. "Karena mereka saling menginginkan, tapi tahu mereka tidak akan pernah bisa bersama," jawab Jena kemudian, matanya menatap langsung ke dalam manik mata Elang yang tajam. Suara Jena melunak, kehilangan keangkuhannya, menyisakan sisi kewanitaannya. Elang membalas tatapan itu. Sebagai bodyguard, seharusnya ia mundur dan menjaga jarak aman. Namun, melihat bibir ranum Jena yang berada begitu dekat dengannya, dada Elang bergemuruh hebat. Napas Elang memberat. Detak jantungnya berpacu liar, namun ia tetap menanggapi jawaban Jena. "Terkadang dalam hidup, ada batasan yang sengaja dibuat untuk dipatuhi, Nyonya. Bukan untuk dilanggar. Itulah kenapa mereka tak bisa bersama," ucap Elang, suaranya terdengar serak dan penuh tekanan, sebuah kode bahwa ia sedang berjuang menahan sesuatu. Jena merasakan perutnya bergelenyar aneh saat mendengar suara serak pria itu. Jena lalu melangkah maju, membuat ujung sepatunya bersentuhan dengan sepatu
Terakhir Diperbarui : 2026-07-18 Baca selengkapnya