Tangis histeris Jena luruh menjadi bisikan-bisikan keputusasaan yang memburu di atas peraduan. Kejujuran mengerikan tentang obat penekan hormon itu telah meremukkan sisa-sisa hatinya untuk Arkan, namun di saat yang sama, juga membakar habis setiap batas ragu yang tersisa antara dirinya dan Elang. Elang tidak lagi menahan diri. Pria itu menyapu bibir Jena dalam satu lumatan mendalam, menyerap seluruh kepedihan, rasa dikhianati, dan air mata wanita itu ke dalam dirinya. Kemeja hitam Elang terlepas ke lantai, memperlihatkan dada bidang yang tegang oleh otot dan keberanian. Ketika kain gaun tidur Jena tersingkap sepenuhnya, kehangatan yang menjalar di antara tubuh polos mereka terasa begitu membara. Semua yang terjadi bukan sekedar pelampiasan fisik, melainkan sebuah ritual penyembuhan jiwa. Sentuhan tangan Elang yang besar dan hangat menelusuri paha, pinggul, hingga merengkuh pinggang Jena dengan kelembutan yang memuja. Pria itu menciumi setiap inci kulit Jena, seolah sedang menghapus
Last Updated : 2026-08-10 Read more