Setelah membaca pesan itu, Nasya segera merapikan meja kerjanya, kemudian memasukan barang-barangnya ke tasnya. Ia bergegas pergi. Langkahnya diayunkan cepat, setengah berlari. Ia tidak mau sampai orang yang mengirim pesan tadi marah. “Nasya, kamu dikejar hantu sampai berlari seperti itu?” tanya seorang teman. “Iya, aku dikejar hantu.” Nasya menjawab sambil tersenyum. Hantu itu bernama Axel Marcelo Davis. Pengirim pesan itu adalah Axel. Pria itu memintanya datang ke apartemen dengan segera. Ia memberikan waktu satu jam pada Nasya. Di depan lobi, Nasya kebingungan. Menimbang apakah ia harus naik bus. Mengingat, pasti akan memakan waktu lebih dari satu jam. Jika ia naik taksi, maka ia harus mengeluarkan uang lebih banyak. Dengan keadaan dompetnya yang tipis, tentu naik taksi adalah pilihan berat. Tetapi, setelah menimbang dan juga dalam kondisi tertekan, ia akhirnya memilih untuk naik taksi saja. Tidak masalah jika harus membayar lebih yang penting, ia bisa sampai apartemen Axe
Última actualización : 2026-08-05 Leer más