공유

Bab 14

작가: Myafa
last update 게시일: 2026-08-08 23:08:49

Untuk sesaat Nasya terpaku.

Beruntungnya itu tak berlangsung lama, sampai akhirnya ia tersadar dan fokus pada pertanyaan Axel.

Sial sekali Axel tahu ia menangis. Atasannya itu pasti tadi ingin menegurnya karena tidak memberikan salam dengan benar. Tapi, malah berujung melihat matanya yang bengkak.

“Tidak, Pak. Siapa yang menangis.” Nasya menarik tubuhnya mundur, hingga tangan Axel yang berada di dagunya terlepas.

Axel tampak tenang menatap Nasya. Tatapannya itu seolah menjelaskan ji
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (5)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
axel perhatian juga sama nasya
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Semoga Nasya segera keluar dari rumah toxid itu
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Baik banget Axel beli salep utk memar pipi Nadya
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 126

    Mendapati pertanyaan itu Axel diam. Ia tampak memikirkan hal itu. Namun, sesaat kemudian ia membelai lembut rambut Nasya. Berusaha menenangkan kekasihnya itu. “Aku akan membujuk mama. Jangan khawatir.” Walaupun Axel berusaha untuk menenangkannya, tetap saja Nasya tidak bisa tenang. Ia masih kepikiran dengan orang tua Axel yang tidak menyukainya. Jika dulu, Nasya tenang dan tidak memikirkan hal itu karena yakin kelak hubungannya dengan Axel akan berakhir. Berbeda dengan sekarang, ia benar-benar kekasih Axel. Tidak lagi bisa menghindar dari kebencian dari Mama Helena. Karena sudah larut malam, akhirnya Axel pamit untuk pulang. Ia tidak mau membuat Nasya tidak nyaman dengan berada di apartemen terlalu lama. “Nanti aku akan hubungi.” Axel mendaratkan kecupan sebelum pulang. Nasya mengangguk. Melepaskan kekasihnya itu untuk pulang.Namun, baru beberapa saat Axel keluar, tiba-tiba suara ponsel Nasya berdering. Saat Nasya mengecek ternyata itu adalah Axel. Pria itu melakukan panggilan

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 125

    Sorenya Nasya sengaja membeli bahan-bahan masakan untuk dipakai membuat makan malam nanti bersama Axel. Rasanya jantung Nasya begitu berdebar ketika membayangkan jika ia akan makan malam ini bersama Axel. Usai membeli bahan masakan, ia langsung pulang. Sesaat setelah sampai di apartemen, Axel datang.“Kamu sudah beli bahan masakan ternyata.” Axel melihat beberapa bahan masakan di atas meja dapur. “Iya, tadi aku sekalian cari bahan masakan.” Nasya tersenyum. “Baiklah, karena kamu sudah beli bahan masakan, maka aku yang akan memasak. Kamu duduk saja.” Axel mendorong Nasya perlahan untuk duduk di kursi di ruang makan kecil di dekat dapur.Kemudian Axel kembali ke dapur. Nasya menunggu Axel dengan tenang. Memerhatikan Axel yang mulai beraksi di dapur. Pria membuka jasnya kemudian, itu menggulung lengan kemejanya. Ia mengeluarkan bahan-bahan masakan yang dibeli Nasya. Tangannya begitu lihai beraksi di dapur. Nasya pernah dengar sendiri jika Axel sering masak makanan sendiri sewaktu

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 124

    Nasya berdebar-debar menunggu ucapan temannya itu. Ia takut temannya tahu hubungannya karena menghubungkan kejadian tadi.“Apa jangan-jangan kalian bakal kencan bareng?” tanya teman Nasya sambil tertawa. Saat teman Nasya mengatakan hal itu, Nasya langsung bernapas lega. Ternyata temannya tidak berpikir yang tidak-tidak tentang hubungannya dengan Axel. “Mana bisa aku kencan bareng Pak Axel. Kami beda status. Kalau Pak Axel kencan di tempat mewah, aku paling juga cuma di pinggir jalan.” Nasya tertawa. Berusaha untuk tetap tenang agar tidak membuat curiga teman-temannya. “Iya juga.” Teman Nasya ikut tertawa. Akhirnya makan siang yang sedikit menegangkan itu berakhir. Setelah selesai makan, Nasya dan teman-teman bersiap untuk kembali ke ruangan mereka masing-masing. Namun, langkah Nasya terhenti ketika melihat kue coklat. Tadi dia ingat jika Axel belum makan. Jadi ia berinisiatif untuk membeli kue tersebut. “Sya, kamu belum kenyang?” tanya salah seorang teman. “Iya, aku masih lapa

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 123

    Nasya berusaha melepaskan tangan Axel yang menggenggam tangannya, tapi Axel justru semakin mengencangkan genggaman tangannya itu. Dalam lift, dengan banyak orang seperti ini, ia takut jika ada yang melihat.Nasya sudah memberikan isyarat, tapi justru tidak dianggap oleh Axel. Pria itu tetap memegang tangannya. Sampai akhirnya bunyi lift terdengar tanda lift berhenti, barulah Axel melepaskan genggaman tangannya. Karyawan keluar sebagian. Kemudian lift kembali menutup lagi. Karyawan yang berkurang membuat kondisi lift sedikit lengang. Jadi Axel tidak berani meraih tangan Nasya lagi.Nasya bernapas lega karena akhirnya Axel melepaskannya. Ia takut jika karyawan tahu hubungan mereka. Untuk saat ini, ia mau fokus bekerja dan profesional. Lift kembali bergerak naik lagi ke lantai berikutnya. Setiap lantai lift berhenti karena ada karyawan yang keluar. Saat semua karyawan keluar dan hanya tersisa Axel dan Nasya saja, Axel kembali meraih tangan Nasya. Kali ini Nasya tidak menolak. Mem

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 122

    Permintaan itu membuat Nasya merona. Ia benar-benar merasa begitu malu sekali. Dia yang memberikan ide panggilan itu, tapi dia sendiri yang merasa berat memanggil. Sekuat tenaga Nasya membuka mulutnya. Mengeluarkan suara panggilan yang tadi disematkan pada Axel. “Sayang.” Suara Nasya lirih. “Aku tidak dengar.” Axel tampak tenang bersuara. Seolah memang itu benar-benar terjadi. Nasya malu sekali memanggil Axel, tapi pria itu meminta memanggilnya lagi. “Sayang.” Kali ini suara Nasya lebih kencang. “Aku tidak dengar.” Axel mendekatkan telinganya. Nasya kesal sekali. Axel seolah sengaja sekali menggodanya. Padahal harusnya pria itu tahu jika Nasya sedang malu di hadapan Axel. Tetapi, Nasya tetap menurutinya. Agar Axel tidak memintanya terus menerus. “Sayang.” Kali ini suara Nasya lebih keras.Axel langsung tersenyum mendengar hal itu. “Iya, Sayang.” Ia membelai lembut wajah Nasya. Astaga … jantung Nasya berdegup dengan kencang ketika Axel memanggilnya begitu lembut dengan panggil

  • Dalam Dekapan Atasanku   Bab 121

    Mendapati pertanyaan itu, membuat Axel tersenyum. “Tadi pagi,” jawabnya. Nasya langsung membulatkan matanya mendengar jika Axel menyiapkan semuanya tadi pagi. Dalam waktu singkat semua bisa terwujud. Namun, Nasya sadar jika Axel punya banyak uang. Menciptakan seperti ini pastinya akan sangat mudah sekali.“Kenapa Pak Axel mau mengulang mengatakan cinta?” Nasya menatap malu-malu. “Aku menyesal mengatakan di saat kamu sedang sedih akibat keluargamu. Jadi aku memutuskan mengulanginya. Lagi pula kemarin tidak ada romantis-romantisnya.” Wajah kesal Axel terlihat mengingat kemarin. Nasya sebenarnya tidak masalah dengan ungkapan cinta yang diberikan Axel kemarin. Justru hal itu membuatnya lupa kesedihannya. Mereka menikmati makan malam. Setelah makanan pembuka, lanjut dengan makanan utama. Di sela-sela itu, mereka Nasya menatap Axel. “Pak Axel suka saya sejak kapan?” tanyanya. Axel yang sedang menikmati makannya pun langsung mengalihkan pandangannya. Ia menatap Nasya lekat. “Sejak in

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status