Aro dan ayah Radit setengah berlari menyusuri lorong rumah sakit. Di satu ruangan mereka bertemu petugas yang langsung mengenali Aro."Pak Gubernur," sapa si petugas sambil memberi hormat."Apa yang terjadi?""Sebelumnya saya ingin mengkonfirmasi. Apa Pak Gubernur mengenali mas ini."Si petugas menyerahkan satu KTP juga sebuah ponsel. "Iya, dia putra Pak Santosa. Staf keamanan di rumah saya.""Apa yang terjadi sama Radit, Pak?" Ayah Radit bertanya."Begini, kami menemukan Mas Radit hampir pingsan dihajar. Waktu kami temukan pelakunya sudah kabur."Ayah Radit syok. Baru minggu lalu Radit harus rawat inap karena keracunan. Dan sekarang, sang putra kembali terbaring di ranjang rumah sakit."Radit, yang sakit mana?" Pak Santosa mendekati brankar Radit. Kesedihan tampak jelas di wajah tua lelaki itu.Wajah Radit lebam. Ada perban di kepala, juga lengan. Di kaki, tangan, bahu lecet dan memar.
Last Updated : 2026-09-22 Read more