"Ini beneran tempatnya?"Lana mengangguk setelah memeriksa alamat sekali lagi."Selamat siang, ada yang bisa kami bantu?"Seorang wanita dengan sopan menyapa. "Saya ingin mengantar pesanan bakpao, atad nama Pak Adi," balas Mega."Oh, baik. Sebentar saya panggilkan orangnya."Mega berurusan dengan wanita tadi. Sedang Lana pilih memindai tempat mereka berada. Sebuah studio yang cukup besar. Sejumlah orang lalu lalang di sana. Beberapa membawa peralatan. Yang lain hanya bawa badan.Awalnya Lana tidak terlalu peduli. Hingga dia melihat Gita berjalan masuk bersama dua pria.Sosok yang membuat Lana mencelos. Dua orang itu adalah mereka yang Lana dengar obrolannya waktu di kafe.Si lelaki bertindik dan si rambut pirang. Lana seketika merinding teringat obrolan mesum keduanya soal Gita.Satu sisi dalam diri Lana memintanya untuk memperingatkan Gita. Tapi yang lain, masa bodoh."Jangan ikut campur, Lana. Itu bukan urusanmu." Otak Lana sendiri akhirnya memberi warning padanya."Sudah beres?"M
Last Updated : 2026-09-09 Read more