"Jika kau benar-benar berpihak padaku, lakukan itu untukku," isak Keira tertahan, air matanya menetes panas di atas pundak suaminya. "Bunuh mereka, Arsen. Buat mereka menderita sampai merengek meminta ampun seperti binatang."Arsen mendekap tubuh istrinya semakin erat, seolah ingin menyerap seluruh rasa sakit dan racun dendam yang menggerogoti jiwa wanita itu. Pria tersebut mengusap punggung Keira dengan gerakan lambat, mencoba meredam badai amuk yang tengah membakar habis sisa kewarasan istrinya."Sstt, tenanglah, Keira. Aku mendengarmu, sayang. Aku ada di sini," bujuk Arsen dengan suara bariton yang lembut namun sarat akan beban berat."Kenapa kau ragu, Arsen?! Bunuh mereka sekarang juga!" teriak Keira di sela-sela isakannya, jemarinya meremas kain baju suaminya dengan kuat. "Mereka harus mati! Darah harus dibayar dengan darah!"Arsen melepaskan dekapannya perlahan, lalu menangkup kedua pipi Keira yang basah kuyup dengan kedua tangan besarnya. Pria itu menatap lurus ke dalam mata i
Terakhir Diperbarui : 2026-09-14 Baca selengkapnya