Keira membeku di tempatnya. Hawa dingin dari malam pelabuhan terasa menusuk, namun pandangan Arsen yang lurus terkunci pada dirinya jauh lebih membekukan darahnya.Arsen melangkah mendekat, membuka pintu mobil SUV dengan gerakan santai namun tegas. "Turun, Keira. Pindah ke mobilku."Keira menelan ludah pelan. Tanpa berani membantah, wanita itu melangkah keluar dari SUV dan mengikuti langkah Arsen menuju sedan hitam yang terparkir beberapa meter di belakang. Arsen membukakan pintu depan, membiarkan Keira masuk, lalu menyusul duduk di kursi kemudi.Pintu tertutup rapat. Suasana di dalam kabin sedan mendadak begitu sunyi. Arsen tidak langsung menyalakan mesin. Pria itu memutar tubuhnya, menyandarkan siku di lingkar kemudi, dan menatap Keira dalam-dalam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.Keira bergerak gelisah di kursinya. Dia menggeser duduknya, memperbaiki posisi gaunnya, dan berusaha menghindari tatapan menembus dari suaminya."Arsen, kenapa melihatku seperti itu?" tanya Keira, beru
Terakhir Diperbarui : 2026-09-06 Baca selengkapnya