Pintu kamar utama terbuka sangat pelan, nyaris tanpa suara. Arsen melangkah masuk dengan hati-hati, tidak ingin merusak ketenangan di ruangan yang temaram itu. Pandangannya langsung tertuju ke sudut ruangan, mendapati boks bayi di sana tampak sangat tenang. Kieran tidur pulas dengan napas teratur, seolah tahu sang ibu sedang sakit dan butuh istirahat penuh. "Anak pintar..." gumam Arsen pelan pada dirinya sendiri, merasa sedikit lega melihat putranya tidak ikut rewel di tengah kondisi rumah yang sedang kacau. Pria itu melepaskan jas kerjanya, menaruhnya di atas sofa single terdekat, lalu melonggarkan dasi yang melilit lehernya hingga terasa longgar. Setelah itu, ia berjalan mendekati ranjang besar tempat Keira berbaring dalam diam. Di atas kening istrinya, sehelai handuk kompres basah tampak menempel. Suhu tubuh wanita itu jelas masih tinggi, terlihat dari rona kemerahan di pipinya. Tanpa suara, Arsen mengangkat tangan kanannya, melepaskan handuk kompres yang sudah mendingin itu,
Terakhir Diperbarui : 2026-09-26 Baca selengkapnya