Suasana di dalam kabin mobil sedan hitam milik Arsen terasa begitu pengap dan membekukan. Tidak ada satupun lagu yang diputar di radio, menyisakan suara deru mesin dan hembusan AC yang mendinginkan kulit. Keira duduk bersandar kaku di kursi penumpang sebelah kiri, memalingkan wajahnya sepenuhnya ke arah jendela luar. Ia menatap kosong deretan lampu jalan kota yang berlalu dengan cepat, mengabaikan keberadaan pria di sebelah kemudi.Arsen melirik istrinya lewat ekor mata, menggigit bibir bawahnya gelisah sebelum akhirnya memberanikan diri membuka suara."Keira, kumohon jangan terus mendiamkanku seperti ini," ucap Arsen dengan suara rendah penuh permohonan. "Perjalanan kita masih cukup panjang. Katakan sesuatu padaku, marahlah sepuasmu, asal jangan bersikap seolah aku ini tidak ada di sebelahmu."Keira sama sekali tidak menoleh. Ia tetap menatap lurus ke luar jendela dengan nada suara datar namun menusuk."Apa lagi yang harus kukatakan padamu, Arsen?" balas Keira dingin. "Semuanya su
Last Updated : 2026-10-03 Read more