Evelyn mendongak, menantang tatapan elang Hiro tanpa riak ketakutan.Sisa tawa manis di bibirnya perlahan memadat menjadi seulas senyuman sinis yang menawan, khas seorang wanita matang yang tahu betul cara menghadapi arogansi darah muda."Keinginanmu tidak berlaku untukku, Rossi," sahut Evelyn kaku, suaranya mengalun flat dan sedingin es, meruntuhkan dominasi verbal yang baru saja dibangun oleh pemuda sembilan belas tahun itu.Evelyn meletakkan kedua telapak tangannya di dada bidang Hiro yang kokoh terbalut kemeja satin hitam. Tanpa menggunakan kekuatan kasar, dia memberikan dorongan mantap yang penuh penekanan, memaksa postur tegap setinggi 189 sentimeter itu mundur satu jengkal demi memberikan ruang oksigen bagi dadanya yang sempat berdebar tidak karuan."Kau bisa meruntuhkan Sterling Group, menyita aset pelabuhan mereka, atau mengunci Arthur di balik sel federal dalam waktu semalam karena mereka memang kotor," lanjut Evelyn, berdiri dari sofa beludru dengan gerakan yang anggun seir
Last Updated : 2026-09-26 Read more