Home / Male Adult / Suntik Lebih Dalam, Dok? / 78. Kehancuran Arthur

Share

78. Kehancuran Arthur

Author: Nona Muda
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-10 00:47:38

Sementara kehangatan dan ketegangan romantis mengunci malam keempat antara Hiro dan Evelyn di atas tebing vila terisolasi, atmosfer yang dingin dan mencekam justru sedang menghantam ruang interogasi nomor empat di Gedung Federal FBI, pusat kota Manhattan.

Lampu neon putih tanpa pelindung di langit-langit ruangan itu memancarkan pendaran kaku yang menyengat, menyorot langsung ke arah meja besi kelabu di tengah ruangan. Di sana, Arthur Sterling duduk dengan kondisi yang luar biasa mengenaskan. Se
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   80. Menunggu Menuju Altar

    Pukul 13.00 siang, atmosfer di Rumah Sakit Pusat Kota Manhattan benar-benar telah bersih dari bayang-bayang masa lalu. Dokumen resmi dari otoritas federal dan kejaksaan agung baru saja mendarat di meja kerja Evelyn, mengonfirmasi bahwa seluruh sisa saham yayasan medis kini telah bersih dari nama Sterling dan resmi menjadi hak milik tunggal atas nama pribadinya.Evelyn sedang berdiri di dekat jendela besar ruang kerjanya, menatap barisan tiga gaun pengantin sutra putih kiriman Hiro yang masih berdiri anggun diterpa cahaya matahari siang. Jas putih dokternya terkancing kaku di atas kemeja sutra gadingnya. Dinding esnya kini tidak lagi membungkus kerapuhan, melainkan memancarkan aura superioritas seorang penguasa medis tertinggi di Manhattan.Tok! Tok! Tok!Pintu ruang kerjanya diketuk kaku. Begitu pintu didorong terbuka, dua pengawal jas hitam taktis milik pasukan Marco melangkah masuk, mengapit sesosok wanita tua yang penampilannya kini sudah hancur berantakan tanpa sisa kemewahan.Vic

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   79. Kebebasan Evelyn

    Keesokan paginya, tepat pukul 06.00, semburat cahaya fajar keperakan kembali menembus tirai sutra kamar tidur utama vila di atas tebing. Hujan rintik-rintik semalam telah reda, menyisakan pemandangan kota Manhattan yang tampak bersih dan berkabut tipis dari ketinggian jendela kaca besar.Evelyn perlahan membuka sepasang kelopak matanya. Efek ketegangan dari drama gaun pengantin dan operasi melelahkannya kemarin telah luruh sepenuhnya, digantikan oleh rasa hangat yang kini mendekap tubuh matangnya. Ketika dia mencoba bergerak, dia menyadari bahwa pinggang rampingnya masih dikunci dengan begitu kokoh oleh lengan kekar tangan kanan Hiro dari arah belakang.Punggung anggun Evelyn menempel tanpa celah pada dada bidang kokoh milik sang pangeran mafia. Detak jantung Hiro berdenyut tenang di kulit punggungnya, memancarkan kehangatan seorang pria sembilan belas tahun yang sepanjang malam memanjakannya dengan kelembutan yang protektif.Evelyn membetulkan posisi kacamata berbingkai peraknya yang

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   78. Kehancuran Arthur

    Sementara kehangatan dan ketegangan romantis mengunci malam keempat antara Hiro dan Evelyn di atas tebing vila terisolasi, atmosfer yang dingin dan mencekam justru sedang menghantam ruang interogasi nomor empat di Gedung Federal FBI, pusat kota Manhattan.Lampu neon putih tanpa pelindung di langit-langit ruangan itu memancarkan pendaran kaku yang menyengat, menyorot langsung ke arah meja besi kelabu di tengah ruangan. Di sana, Arthur Sterling duduk dengan kondisi yang luar biasa mengenaskan. Setelan jas formal bermerek desainer terkenal miliknya kini sudah kusut berantakan tanpa dasi. Rambut klimisnya acak-acakan, dan wajah matangnya yang biasa dipenuhi keangkuhan Sterling Group kini tampak pucat dengan kantung mata hitam yang pekat.Brak!Sebuah map dokumen tebal bersampul merah dengan stempel khusus dari Otoritas Likuidasi Federal dihempaskan kaku di atas meja besi oleh seorang agen FBI bersetelan taktis. Namun, bukan agen tersebut yang mengambil kendali intimidasi di dalam ruangan

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   77. Curi Start

    Sementara sedan hitam antipeluru itu melaju membelah kegelapan Manhattan menuju vila di atas tebing, di tempat lain, pusat kendali dari seluruh kegilaan ini sedang berputar dengan ritme yang jauh lebih tenang namun mematikan.Di lantai teratas The Gilded Cage, tepat di dalam ruang kerja pribadi pemilik kelab yang bernuansa barok klasik, aroma lilin esensial beraroma kayu cendana dan vanila menguar pekat. Pendaran lampu gantung kristal yang temaram menerangi sebuah meja mahoni besar yang kini dipenuhi oleh tumpukan berkas cetak eksklusif, sampel kain sutra premium, dan sketsa denah dekorasi bursa sosial kelas atas Manhattan.Nonna Francesca Rossi duduk anggun di atas kursi kebesaran berlapis kulit beludru hitam. Wanita berusia tujuh puluh tahun itu mengenakan gaun sutra tenun gelap khas Sisilia dengan barisan zamrud yang berkilau mewah di leher dan jemarinya. Di hadapannya, Madam Chloe berdiri kaku sembari memegang tablet digital yang terus memperbarui grafik saham pelabuhan Sterling G

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   76. Kau ... Milikku!

    Evelyn menatap barisan gaun pengantin sutra putih yang berjejer kaku di depan jendela besarnya dengan pandangan yang sarat akan kemurkaan bercampur rasa jengah yang luar biasa. Sifat tidak tahu malu dan keliaran taktik manipulasi psikologis dari pemuda mafia sembilan belas tahun itu benar-benar telah meremukkan seluruh batasan profesionalitas yang selama belasan tahun ini dia agungkan di Manhattan.Madam Chloe hanya terkekeh renyah, merapikan mantel bulu hitamnya dengan gerakan yang anggun. "Perintah Tuan Muda Hiro adalah hukum yang absolut bagi kami, Evelyn. Gaun-gaun ini akan tetap berada di sini sampai kau memilih salah satu di antaranya. Selamat menikmati harimu, calon Nyonya Rossi."Tanpa menunggu balasan lagi, Chloe membalikkan tubuhnya dan melangkah lebar membelah pintu mahoni bersama barisan desainernya, meninggalkan Evelyn sendirian di dalam keheningan ruang kerja yang kini telah bertransformasi menjadi butik pengantin komersial.Sepanjang sisa jam dinasnya siang itu, fokus E

  • Suntik Lebih Dalam, Dok?   75. Pertunangan?

    Hiro tidak menunggu jawaban lagi dari bibir Evelyn.Seringai serigalanya menajam seiring dengan kepuasan yang membakar gairah mudanya. Dengan satu sentakan pelan pada pinggang ramping sang dokter bedah, dia mengeliminasi sisa jarak yang memisahkan mereka. Bibir tegasnya mendarat kembali di atas bibir ranum Evelyn, memulai sebuah pergulatan malam ketiga yang jauh lebih dalam, menuntut, dan penuh dengan dominasi dunia bawah.Evelyn melenguh pelan di sela ciuman mereka. Jemari rampingnya mencengkeram kencang bahu kokoh Hiro, sementara punggung anggunnya bersandar kaku pada tepian meja marmer. Rasa panas dari alkohol wiski semalam seolah tergantikan oleh sengatan gairah yang jauh lebih membakar, melumpuhkan seluruh nalar medis dan keangkuhan Kepala Departemen yang selalu dia agungkan. Di bawah cengkeraman protektif pemuda sembilan belas tahun ini, dia sepenuhnya menyerahkan kendali dirinya.Hiro melepaskan tautan bibir mereka dengan ritme yang lambat, membiarkan napas mereka yang memburu

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status