“Mohon maaf, Mbak. Tapi gaun ini sudah dipilih sama Mbak Natasha.”Ucapan staf butik itu membuat Stella sontak menoleh pada Natasha. “Kamu mau beli gaun ini?”“Iya,” jawab Natasha apa adanya. “Aku sudah pilih gaunnya duluan, Stella. Kamu bisa cari model yang lain.”Stella mendengus. Dia melihat price tag-nya sebentar. “Kamu nggak salah mau beli gaun ini?”“Kamu pikir aku nggak sanggup membelinya?” Natasha menatap Stella datar.“Oh iya, aku lupa. Kamu punya suami yang kaya raya,” sindir Stella sembari tersenyum sinis. Seolah-olah dia menganggap Natasha hanya mengandalkan suaminya selama ini.Natasha terdiam. Berusaha untuk tidak menanggapi ucapan Stella yang selalu berhasil meruntuhkan harga dirinya.Sementara itu staf butik perlahan mundur ketika dua pelanggannya itu mulai membahas urusan pribadi.“Kamu aja yang cari model lain, Sha,” lanjut Stella, “kamu ‘kan kakak aku. Sebagai kakak, kamu harus selalu mengalah buat adik.” Stella kembali tersenyum, kali ini senyum manis yang dibuat-b
Terakhir Diperbarui : 2026-08-06 Baca selengkapnya