Bian tak peduli bibir itu berbicara dengan siapa, tapi seharusnya tawa yang terukir di bibir itu hanya ditujukan padanya.Natasha miliknya. Dan dia tidak suka berbagi miliknya dengan orang lain. Sedikitpun.Bian mencium bibir Natasha dengan liar. Menguasai seisi mulutnya, membelit lidahnya, dan sesekali menyesap kuat bibir bawah yang semakin membengkak itu hingga terdengar lenguhan lirih yang membuat Bian semakin ingin menguasainya.Bian tidak menghiraukan pukulan dan rontaan Natasha. Wanita itu seharusnya pasrah dan menerimanya dengan senang hati. Seperti wanita-wanita liar di luar sana.Namun, justru pemberontakan Natasha terasa seperti cambuk, yang membuat keinginan Bian untuk menerkamnya semakin buas.“Pukulanmu itu hanya membuang-buang tenagamu, Natasha,” bisik Bian serak dan berat saat menjeda ciumannya.Matanya menatap mata Natasha yang membulat, lalu turun ke bibir yang setengah terbuka dan bernapas terengah-engah itu.“Kamu tahu?” Bian mendekatkan bibirnya ke bibir Natasha da
Last Updated : 2026-09-05 Read more