“Natasha.”“Iya, Pak?” sahut Natasha sesaat setelah meletakkan secangkir espresso di meja sang CEO hari Senin pagi itu.“Temani saya ke Singapura.”Mendengarnya, mata Natasha seketika membulat. Dia menunjuk dadanya sendiri. “Saya, Pak?”“Apa saya terlihat sedang berbicara dengan orang lain?”“Tidak. Bukan begitu.” Natasha menggigit bibir bawahnya sejenak. “Bukankah Bapak akan pergi dengan Pak Raditya?”Sambil membubuhkan tanda tangan di atas sebuah dokumen, Bian menjawab, “Dia ada pekerjaan lain di sini. Jadi kamu yang menggantikannya.”Hari Kamis nanti Bian memang ada jadwal menghadiri konferensi di Singapura selama tiga hari. Natasha tentu saja tidak bisa menolak perintah pria itu untuk menggantikan Raditya. Dia tetap harus profesional dalam pekerjaannya.“Tapi saya belum pernah ke luar negeri, Pak,” ucap Natasha, “saya tidak punya paspor.”“Saya akan mengurusnya.”“Selain itu–”“Saya juga yang akan bilang pada suami dan ibu mertuamu,” sela Bian, seolah sudah tahu apa yang akan Nata
Última actualización : 2026-09-09 Leer más