“Lepaskan tanganmu,” perintah Bian dengan suara dinginnya, seolah tidak suka melihat Natasha dirangkul Haikal–yang notabene-nya adalah suaminya sendiri. “Di perusahaan, bersikaplah profesional.”Haikal terdiam sejenak. Niat hati merangkul Natasha agar Bian tidak curiga, tetapi ternyata sikapnya salah di mata pamannya itu.Baguslah. Jadi Haikal tidak perlu pura-pura mesra pada istrinya yang kampungan itu. Dia juga malas melakukannya.“Maaf, Om,” ucap Haikal sembari menurunkan tangannya.Sementara itu Natasha menyadari ada kilat aneh yang begitu menakutkan dalam sorot mata Bian. Membuatnya seketika dirundung perasaan takut tanpa alasan.“Kita bicara di dalam.” Bian berbalik dan melangkah tenang menuju ruangannya.Haikal menyusul masuk.Diam-diam Natasha menghela napas lega karena dia bisa terbebas dari dua pria itu di waktu yang sama.Namun, langkah Bian seketika terhenti di ambang pintu. Tanpa menoleh dia berkata, “Natasha, masuk.”“Ya?” Natasha terkejut.“Saya butuh bantuanmu.”“Baik,
Terakhir Diperbarui : 2026-08-26 Baca selengkapnya