Joel terdiam selama beberapa detik, seolah sengaja menungguku bertanya lebih banyak.Entah sejak kapan, dia mulai merindukan suaraku.Hanya mendengarnya sebentar saja sudah membuat hatinya merasa lebih tenang."Fiona, jangan marah lagi, ya. Cepat pulang.""Sekarang aku benar-benar butuh kamu."Aku hanya tertawa sinis. Di matanya, rupanya aku tak lebih dari seseorang yang bisa dipanggil kapan pun dia mau.Begitu dia merasa membutuhkan, aku harus selalu ada di sisinya.Keheninganku malah disalahartikan oleh Joel. Dengan suara yang jarang sekali selembut itu, dia kembali berkata, "Fiona, setelah semua ini selesai, aku akan menebus semuanya. Soal foto pernikahan yang dulu kamu inginkan, mau konsep tradisional ataupun gaya Barat, terserah kamu.""Atau kita ...."Aku sudah muak mendengarnya dan langsung menyela."Sudah cukup, Joel.""Kamu terlalu merasa dirimu penting. Memang, dulu aku pernah mencintaimu sepenuh hati selama bertahun-tahun. Tapi sejak tahu kamu mengkhianatiku, semuanya sudah
Leer más