"Apaan deh gak jelas banget!" bentak Ines, matanya menatap sengit pada Lenora.Teman Ines, suster Indah yang berdiri di sampingnya menyenggol lengan. Matanya sempat melirik name tag yang menempel di blazer Lenora. "Udah, Nes. Dia ini asisten pribadinya Wadir. Jangan cari masalah, dengar-dengar masuknya aja lewat jalur khusus."Bibir Lenora terasa gatal sekali. Rasanya ingin berteriak di depan wajah wanita itu, membongkar status pernikahan yang disembunyikan Enzo selama ini. Bayangan kekacauan nasibnya sendiri, rasa perih di selangkangannya, dan penampilannya yang berantakan membuat Lenora urung.‘Nggak! Kalau aku labrak sekarang dalam keadaan berantakan gini, mereka yang senang. Tahan, Lenora!’ batinnya menyemangati diri sendiri.Lenora menatap Ines tak kalah tajam. Mengepalkan kedua tangannya yang gemetar hingga buku-buku jarinya memutih.Ines menyunggingkan senyum remeh, melangkah maju tanpa rasa takut. "Oh, jadi ini asisten yang baru? Minggir sana, ngalangin jalan aja!"Tangan I
Last Updated : 2026-08-08 Read more