“Ini pasti salah. Tidak mungkin,” gumam Lenora, napasnya tetap berat sekalipun berada di ruang terbuka. ‘Apa orang ini salah alamat atau bagaimana?’ tanyanya dalam hati.Mata hazel pria itu terus tertuju pada Lenora, seakan tengah mengulitinya. Namun, entah mengapa yang ia rasakan bukan perih, tetapi sesuatu yang tak asing. Kala bibir sosok di depannya berkedut sama membentuk sebuah senyum kecil, degup jantung Lenora menggila.‘Astaga, ini tidak benar. Sebaiknya kututup pintu,’ kata hatinya.Lenora pun siap mencengkeram pintu, hingga kuku-kukunya berderak pelan. Ah, sungguh sialnya ia tidak mampu bergerak. Bahkan untuk mundur pun tubuhnya terasa berat.“Selamat sore, Lenora. Saya Dokter Aritra Dashel Bradley. Dokter Enzo mengundang saya ke rumahnya.” Pria itu memperkenalkan diri dan suaranya membuat darah Lenora mengalir deras ke setiap pembuluhnya.“A—apa kamu … itu … a—atasannya Enzo?” Genggaman Lenora di gagang pintu mengendur, bukan karena merasa lega, tetapi tak sanggup dengan ke
Huling Na-update : 2026-07-23 Magbasa pa