"Heh, siapa kamu?!" bentak Ines, matanya mendelik dengan gusar.Wanita itu memutar bola mata dengan malas, melangkah maju untuk memotong jarak hingga berdiri tepat di depan Lenora. "Jangan main dorong! Ini rumah sakit, bukan pasar apalagi antrean sembako. Sana minggir!"Bahkan tak ragu, wanita itu menghentakkan tangan dan mendorong kuat bahu Ines. Detik itu juga Ines limbung, tubuhnya terhuyung ke belakang hingga kakinya terperosok masuk ke dalam selokan berisi air keruh."Aahh! Jijik! Sialan kamu!" jerit Ines, mendapati rok putih serta sepasang kakinya basah.Lenora berdiri membeku, matanya tak berkedip menatap wanita di depannya. "Sofia?"Sofia tersenyum merekah pada Lenora. Namun kala menatap Ines, bibirnya tertawa puas. "Ups, sorry, ya! Makan tuh air comberan, minum sekalian sampai perut lo kembung!"Sofia menoleh, lalu merangkul pundak Lenora, membimbingnya melangkah menuju lobi.Ines memukul-mukul tanah. Beberapa rekan yang menemaninya langsung menutup hidung. Meskipun merek
Terakhir Diperbarui : 2026-08-17 Baca selengkapnya