"Kok dia ada di sini? Halusinasi, ya?" gumam Lenora, matanya tak berkedip menatap sosok di depannya.Sofia menyenggol lengan Lenora cukup keras. "Eh, bukan, Len! Beneran ada Pak Wadir! Lu nggak halu, masih normal! Mana cakep banget lagi, gila ... seksi, kemejanya dibuka gitu!" bisik Sofia, bersemangat.Dashel melangkah, mendekat. "Selamat malam, Dokter Sofia," sapanya dengan suara berat yang tenang.Sofia langsung senyum-senyum sendiri, salah tingkah."Mama minta kamu makan malam di rumah. Si Cepat juga minta diantar pulang," kata Dashel, matanya terkunci lurus pada Lenora.Lenora yang bingung sempat menengok ke belakang, memastikan tidak ada orang lain di dekat pintu kaca salon. "Dokter ajak saya?" tanya Lenora menunjuk hidungnya sendiri."Iya. Saya ajak kamu," jawab Dashel singkat, tanpa mau menerima bantahan.Sofia berbisik iri di sampingnya. "Ih, enak banget lu diajak balik bareng. Gue balik sendirian dong? Sedih amat hidup gue."Mendengar bisikan itu, Dashel menoleh tipis. "
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-24 Mehr lesen