“No!” Sekar menutup mata kuat-kuat, terkulai lemas, merosot ke lantai.“Sekar! Hei, tunggu, ini lihat dulu ….”Liam lalu berjongkok, mendekap Sekar erat-erat yang meringkuk gemetar.“Please. Buka matanya. Ayo lihat hasilnya bareng-bareng.”Sekar membuka mata sebentar, menggeleng, lantas membenamkan wajah di ceruk leher suaminya. “Aku nggak berani ….”Liam menarik napas. Dalam hati berkata kalau dia juga gugup setengah mati. Dia memberanikan diri, meraih stik alat uji kehamilan di atas wastafel, lalu duduk bersila di lantai.“Sini lihat dulu, sebentar.” Liam mengangkat test pack ke hadapan mereka, memperlihatkan tanda garis di layar midstream.Sekar melirik sekilas, tak mau melihat kenyataan. “Kan tadi kamu yang baca keterangannya semua. Apa itu artinya?’“Garisnya merah,” ujar Liam pelan tapi bergetar, menatap layar kecil stik itu dengan penuh perhatian.“Ada berapa garisnya?”“Satu. Muncul di huruf C.”Keduanya lihat-lihatan, kemudian bersama-sama memandang garis itu.“Oh, great! Neg
Última actualización : 2026-09-15 Leer más