Liam kembali ke kursinya. “Well, berteman setelah pisah. Ya, bisa. Yang ada anak aja, mereka bisa apa tuh namanya?”“Co-parenting?” Sekar juga kembali ke kursinya, camberut mendapati es stik sudah mulai mencair.“Menurut kamu, kita bisa begitu?”Sekar menoleh, meraih kantong plastik berisi es stik. “Temenan abis divorce? Bisa aja. Why not?”“Ya, asal nggak jatuh cinta, kan?” Liam berdiri, “esnya mau di bawa ke mana?”Sekar membeku sesaat. “Masukin freezer. Udah cair!” Lalu dia balik badan, “sering-sering berantem kalau gitu. Biar kita saling sebel, kesal, benci.”“Buat apa?” Liam menutup pintu balkon.“Biar nggak jatuh cinta. Kita saling kesel aja gitu Kayak yang nggak mungkin lah kamu tahan sama sikap aku yang ngeselin itu!” Sekar membuka pintu kulkas, memasukkan semua es stik ke dalam freezer.Liam memandangnya dari pintu balkon, bertanya dalam hati, apa yang bisa membuatnya membenci Sekar?“Oh, ya Sekar?” Liam teringat sesuatu. “Kamu kerjanya mulai besok?”Sekar mengiyakan dari bal
Last Updated : 2026-09-13 Read more