Di lorong permen dan cokelat mini market apartemen, Sekar tak sengaja bertemu dengan Brenda. Isi keranjangnya pun mudah ditebak. Sekar terkekeh melihatnya. Snacks, susu, es stik.“Diego jadi suka es stik, nih.” Brenda langsung tahu Sekar mau bilang apa begitu melihat isi keranjangnya.“Yang suka itu sebetulnya Liam, suamiku. Eh iya, kapan-kapan main yuk ke unitku. Diego suka main game, nggak? Liam hobi main game.”“Wah, nanti bisa-bisa nggak mau pulang dia! Ayahnya hanya kasih waktu main game satu jam soalnya.”Sekar tertawa sambil mengangguk. Tapi lantas Brenda menggamit lengannya, lalu celingukan ke sekitar mini market.“Ke, kenapa Bu?”Brenda senyum-senyum menunjuk-nunjuk dengan matanya seperti kode ke arah leher Sekar.“Sekar, udah baikan sama suaminya, ya?”Yang ditunjuk malah celingukan. “Hah? Maksudnya?”Sumpah, dia sempat berpikir kalau jangan-jangan ada hal di sekitar minimarket yang berhubungan dengannya dan Liam.Brenda menarik Sekar mendekat ke rak cokelat, berbisik, “Itu.
Last Updated : 2026-09-08 Read more