Sekar memandang punggung Liam dari sofa. Pria itu tak banyak bicara setelah mengatainya gila. Seperti yang sudah-sudah dan yang Sekar sudah hafal; Liam pasti merokok di balkon.Sementara itu di balkon, saat Liam menyender di dinding dan hendak menyalakan rokok, matanya bersirobok dengan Sekar. Pria itu langsung memalingkan wajah. Tak jadi merokok, tersadar kalau asapnya bakal menempel di jemurannya. Liam menundukkan pandangan ke bawah, mengamati bocah-bocah bermain di playground.“Siapa aja yang tahu soal kamu menulis?” tanya Liam setelah hampir sepuluh menit kembali duduk di sofa.Sekar menjawab dengan gelengan kepala. “Baru kamu.”“Oh.” Liam menopang satu kaki, menggoyang-goyangkannya.Sekar memperhatikan sembari menghitung dalam hati. ‘Satu, dua, tiga, empat , lim ….’Liam berhenti menggoyangkan kaki, menoleh ke sisi kanan dengan wajah yang masih bingung.“Kalau kamu mau merasakan seks—” Dia menjeda ucapan, jakunnya bergerak-gerak, “kenapa waktu buat perjanjian, kamu bilang no sex?
最終更新日 : 2026-10-18 続きを読む