“Kamu duduknya di sana, please!” pinta Sekar agar Liam duduk di ujung meja tengah dapur.Liam memasang tampang bingung.“Kita jangan deket-deket dulu. Aku … masih trauma.” Sekar menghela napas.Liam merapatkan bibir, mengiyakan. Sebelum memulai obrolan dia membuka kulkas, refleks menoleh karena seruan Sekar yang tiba-tiba.“Jangan minum bir! Atau apa pun yang kamu punya di kulkas, yang ada alkoholnya!”Liam minggir ke samping, membuka pintu kulkas lebar-lebar, memperlihatkan isi sebagian sisa kehidupan lajangnya hingga dua hari lalu.“Buah, air putih, susu, daging, roti, ayam.”“Oke bagus,” bilangnya agak lega, tapi langsung mengerutkan kening begitu mendengar Liam ketawa kecil.Liam mengambil dua botol air mineral dingin, menutup pintu kulkas dengan sebelah kakinya.“Nggak mabuk juga, kita ….”“Shut up! Udah, langsung aja kamu mau ngomong apa!” Sekar meraih cepat botol air yang disodorkan Liam padanya.Liam berdiri di arah diagonal berseberangan dengan Sekar di meja tengah dapur.“Jar
Huling Na-update : 2026-08-11 Magbasa pa