“Well, kalau kita nggak deal soal itu, artinya we still can kiss.”Sekar mengiyakan.“Jujur, I love kissing you, Sekar.” Liam mendekat ke arah meja, duduk di hadapan Sekar, “dan aku juga nggak bisa menahan nafsuku. Aku ingin lebih dari itu.”Sekar langsung sibuk menghujat Liam dalam hati. Kesal setengah mati dengan kejujurannya.“Aku, janji. Hanya akan tidur sama kamu.” Liam meraih tangan kanan Sekar, mengecup jemarinya, terutama yang dilingkari cincin berlian itu.Sekar bersumpah tak ingin terlalu tenggelam dengan ucapan Liam.“Manis banget mulut kamu kalau janji-janji.” Sekar menyeringai sinis.“Ya, aku tahu. Mulut kamu juga manis kalau kasih ide. Tapi aku … suka!”Wajah Liam dan mulut manisnya bagai keindahan surga dunia di mata Sekar.“Jadi, apa aku udah bisa kasih kamu nafkah batin mulai, hm … dua hari lagi?” Nada suara Liam terdengar lirih memohon.Sekar menantangnya, lalu berdiri. “Oke. Aku, nggak takut.”“Hm, deal, Baby?” Tatapan Liam melembut.“Kamu panggil pacar-pacar kamu Ba
Last Updated : 2026-08-18 Read more