Lekukan bibir Liam perlahan melepas pagutan dari bibir Sekar. Dengan kedua tangan masih melingkar di leher suaminya, Sekar menunduk. Pertanyaan besar melintas.‘Apa ciumanku oke?’ pikirnya, sebab Liam lebih mendominasi, ‘ah, tapi itu rasanya enak,’ batinnya lagi.“Hei ….” Liam membelai pipi Sekar, “kenapa?”Malu-malu Sekar mengangkat wajahnya yang merona. Jantungnya berdebar kencang, lututnya lemas.“Kamu … jago ciuman.”Liam tertawa kecil menggoda, “Well, kamu terus terang sekali, ya?”Sekar memberengut, melepaskan tangannya dari leher Liam. Saat hendak menjauh, pria itu mengeratkan pelukan di pinggang Sekar.“Maksudnya, belum ada cewek yang jujur berekspresi begitu ke aku. So, thank you.”“Oh ya?”“Hmm…” Liam mengangguk, “bibir kamu enak, Sekar.”Liam mendekatkan lagi wajahnya pada Sekar. Mengecup keningnya, lalu turun ke mata, hidung, bergeser ke lesung pipinya yang terbentuk karena gadis itu tersenyum, dan singgah di bibirnya lagi.Sekar terbuai. Bibirnya lumer seketika. Liam mengg
Last Updated : 2026-08-09 Read more