Ada yang hangat, basah, dan lembut menjalar mulai dari pangkal pinggul hingga kini di tulang punggungnya. Sekar melenguh di antara lelap. Sejak lebih intim secara fisik dengan Liam, dia sering tertidur tanpa pakaian alias terlalu lelah menikmati. “Engh …” Sekar meregangkan tubuh, melengkung sedikit hingga bibir Liam kini mendarat mesra di bahunya. “Hai, good morning.” Aroma citrus terhidu. Sekar berpikir kalau mungkin sekarang adalah hari Senin, Liam akan berangkat kerja. ‘Oh, cepet banget waktu berlalu,’ batinnya, tapi dia masih ingin malas-malasan di kasur. “Aku mau joging dulu.” Liam mengusap lengan Sekar. “Ini, bukan hari Senin?” “Jangan cepet-cepet Senin, dong.” “Joging? Ikut ah.” Sekar berbalik telentang, memegang selimut di dada agar tidak merosot. Dilihatnya Liam sudah rapi dengan setelan olah raganya. “Ih, kok cakep sih!” Tak sadar kalimat itu meluncur dari mulut Sekar sambil mengusap pipi Liam. Liam Mengecup tangan istrinya, agak tersipu. “Buruan kalau
Last Updated : 2026-08-23 Read more