“Kenapa nggak yang itu sih?” Gita memiringkan kepala melihat pilihan Sekar; sepasang kamisol katun bahan katun rib yang memang tipis.“Emang kenapa? Suka-suka gue.”“Itu mah buat di rumah Beb, bukan baju dinas.” Gita menggoda.“Apaan sih, emang gue pegawai kantor?” Sekar cekikikan, meraba kualitas kain katun di tangannya yang lembut dan dingin, “suka gue. Soalnya adem.”“Ya elo doang yang suka,” bisik Gita, “Liam demennya yang ini.”Sekar tercekat waktu Gita mengepaskan lingerie slip dress hitam padanya di depan cermin tinggi.“Oemji, Sekar!” Gita menutup mulutnya, “seksi banget lo! Sutra satin, licin, adem, renda di sini. Aahh, siap-siap aja lo si Liam mengaum.”Sekar bergeming di depan cermin, menatap pantulan dirinya. Cantik memang, percis dengan deskripsi yang suka dia tulis di novel juga, dan sungguh membuatnya meremang, mendesah dalam hati apa rasanya memakai ini?“Tapi Git, di sini nggak pas kayaknya. Kalau elo cocok, kan dadanya gedean elo daripada gue.”“Enggak ah. Pasti pas.
Last Updated : 2026-08-04 Read more