Suasana perlahan berubah tegang. Saat kedatangan Sita bukan jadi yang Arka inginkan, kedua orang tuanya memandang si tamu dengan sorot mata resah. Apakah Arka salah mengenali putri keluarga Anggara? "Jelaskan maksud ucapanmu, Nak Arka. Bukannya kedatanganmu kemari untuk menemui putriku?" Arka tersenyum tipis lalu menggeleng pelan. “Ah, maaf. Kesalahan saya sejak awal.” Ia menarik napas singkat kemudian berucap. “Maksud saya sebelumnya adalah Ayu, Pak. Saya ingin bertemu putri pertama Anda. Ayu Anindita.” Ekspresi ayah, ibu, dan anak seketika berubah. Hanya sesaat tetapi rona tak suka tampak jelas di wajah mereka. Momen canggung itu bertepatan dengan kedatangan ART yang membawa minuman dan camilan. Sang kepala keluarga berdehem singkat, lalu berkata datar. “Panggilkan Ayu.” “Baik, Tuan.” Tak lama kemudian, Ayu muncul dengan gerakan langkah tenang. Wajahnya tak mengungkap ekspresi khusus. Namun Arka tahu perempuan itu senang atas kedatangannya. Berkebalikan dengan raut muka
Last Updated : 2026-09-28 Read more