Ayu selesai menutup perabot yang tidak ia bawa ke rumah baru. Ruang studio pribadinya juga telah dikosongkan. Botol-botol kesayangan yang selama ini tersusun rapi di rak kini berpindah ke dalam box. Dibungkus satu per satu dengan hati-hati. Sebelum benar-benar pergi Ayu menyempatkan diri berdiri di dekat jendela. Dari sana kota tampak seperti biasa. Jalanan ramai, gedung-gedung berdiri berdampingan, dan cahaya matahari perlahan bergeser di antara bangunan. Pemandangan itu telah menjadi bagian dari rutinitasnya. Akan tetapi hari itu terasa sedikit berbeda. Hari ini Ayu benar-benar pindah. Setelah mencicil hampir dua tahun, perempuan itu lak lagi menjadikan tempat itu sebagai rumah pelarian. "Enggak apa-apa. Aku pasti akan kembali tahun depan," ucap sang pemilik lirih. Tangannya masih bertumpu pada kusen jendela ketika ia mengambil ponsel dan menekan sebuah nickname familiar. "Ar, jadi ke sini?" "Ini aku udah di jalan, Ay. Mungkin sepuluh menit sampai." Arka tidak berbohong. L
Last Updated : 2026-10-05 Read more