Sejak Zhushu meninggalkan Shuanghe, suasana di tempat itu terasa berbeda.Wu Keming duduk di beranda rumah kecil di lereng bukit. Di tangannya ada kendi arak, sedangkan matanya menatap halaman latihan yang masih sepi.Ia menghela napas panjang.“Benar-benar membosankan.”Borise yang sedang memperbaiki sebuah bangku menoleh. “Kalau bosan, berlatihlah.”“Berlatih sendirian? Apa gunanya? Tidak ada yang memasak makanan enak, tidak ada yang mengomel saat aku minum terlalu banyak, dan tidak ada yang bisa kuajak berdebat.”“Kau bisa berdebat denganku.”Wu Keming melirik tubuh besar Borise, lalu menggeleng.“Tidak menarik. Kalau aku menang, kau akan tertawa. Kalau aku kalah, kau juga akan tertawa. Hasilnya sama saja.”Borise tidak membalas. Sejak pagi, ia sudah beberapa kali memandang jalan menuju Desa Miao.Wu Keming akhirnya menyadari kegelisahannya.“Kau mengkhawatirkan Zhushu?”“Dia pergi sendirian.”“Dia tabib hebat, ahli racun, dan berasal dari Desa Miao. Justru kita yang seharusnya kha
Last Updated : 2026-10-21 Read more