Lampu neon pink bertuliskan TIARA BEAUTY SALON menyala terang di tengah ruko Bogor yang mulai sepi. Dari luar terdengar musik pelan dan wangi aromaterapi lavender yang bikin siapa saja langsung tenang begitu masuk. Di dalam, Nadin berdiri kaku di depan cermin. Apron putihnya masih baru, rambutnya diikat rapi, dan tangannya sempat gemetar waktu pertama kali pegang alat facial. "Nad, kamu belajar sama Mbak Ambar ya. Aku ada urusan sebentar," kata Tiara. Malam itu dia cantik banget. Dress hitam selutut, rambut panjang tergerai, dan lipstik nude yang bikin wajahnya makin segar. "Iya, Bos!" sahut Nadin reflek sambil memberi hormat ala tentara. Tiara langsung nepuk jidat sambil ketawa. "Aduh Nad... Kita ini sahabatan dari kecil. Jangan panggil aku Bos. Panggil Tiara aja." "Tapi Mbak atasan saya," protes Nadin dengan wajah serius. "Nggak sopan kalau manggil nama." "Ya udah... panggil Mbak aja," Tiara mengalah. "Kalau 'Bos' aku berasa kayak nenek-nenek punya pabrik tekstil." Nad
Última actualización : 2026-09-04 Leer más