Pagi itu Nadya membawa dua puluh lima ribu rupiah di dalam buku tulisnya. Uang itu sudah dihitung dua kali sebelum ia berangkat dari rumah Mak Su, sementara delapan ribu sisanya tetap disimpan di bagian paling bawah tas. Membayar sekolah memang penting, tetapi ia tidak ingin kembali mempunyai uang nol setelahnya.Saat istirahat pertama, ia menuju ruang tata usaha. Perempuan yang biasa menerima pembayaran membuka buku besar, menemukan namanya, lalu menunjuk angka di kolom tunggakan.“Dua puluh lima ribu.”Nadya mengeluarkan uang yang sudah disiapkan. Petugas itu menghitungnya, menuliskan tanggal pembayaran, kemudian mencoret sisa tunggakan sampai tidak ada angka lagi di sebelah namanya. Setelah menerima kuitansi, Nadya membacanya sebentar sebelum memasukkannya ke dompet kain di dalam tas.“Tunggu,” kata petugas itu ketika Nadya hendak pergi.Perempuan itu bangkit, membuka lemari di belakang meja, lalu mengambil satu bungkusan plastik bening yan
Last Updated : 2026-08-15 Read more