Nadya baru benar-benar merasakan betapa asing tempat itu setelah pintu kamar hotel tertutup di belakangnya. Tangannya masih memegang gagang pintu ketika pandangannya menyapu tempat tidur besar dengan seprai putih, telepon di meja kecil, televisi, dua kursi, teko air, dan pintu kamar mandi di sudut. Ia membuka sedikit tirai dan melihat lampu-lampu Pangkalpinang dari lantai dua.Ini pertama kalinya ia menginap di hotel. Bahkan hal-hal sederhana membuatnya kikuk: apakah air di meja harus dibayar, apakah handuk boleh dipakai, dan apakah satu kunci di bagian dalam cukup membuat pintu benar-benar aman.Pandangannya berhenti ketika melihat dirinya di cermin. Bajunya kusut dan berdebu, bekas merah masih terlihat di lengan, sementara rambutnya berantakan. Seketika bau rokok, udara pengap sedan, tangan yang menariknya, dan tubuh Hendra yang beberapa kali terlalu dekat kembali memenuhi kepalanya.Perut Nadya terasa mual. Ia menarik napas dalam, tetapi rasa itu tetap menemp
Last Updated : 2026-08-30 Read more