Lampu indikator di dashboard berganti hijau, dan Raia kembali menginjak pedal gas EV-nya perlahan, membelah antrean mobil yang merayap di bawah temaram lampu jalanan. Di layar ponsel, Aksenna masih bergeming. Pria itu tampak sibuk dengan tablet di tangan kirinya—mungkin memeriksa surel kerjaan—tapi mata tajamnya secara berkala tetap melirik ke arah layar ponsel, memantau pergerakan Raia tanpa memutus sambungan video."Masih macet?" suara bariton Aksenna memecah keheningan kabin mobil, terdengar agak diredam oleh mikrofon ponsel."Lumayan. It's weekend, by the way," jawab Raia, matanya tetap lurus menatap jalanan. "Kamu sendiri gak ada acara makan malam keluarga lagi di hotel?""Udah selesai tadi sore. Sekarang semuanya lagi istirahat buat persiapan besok pagi," sahut Aksenna santai. Dia mengubah posisi duduknya, bersandar lebih dalam ke sofa hotel yang mewah. Sorot matanya melembut, menyapu wajah Raia yang tampak fokus menyetir. "Makanya saya punya waktu buat mastiin kamu gak belok
Last Updated : 2026-10-22 Read more