Raia langsung mendengus keras, memutar bola matanya malas. "Just wondering aja, karena aku handle jadwal kamu kan, dan no plan for today di schedule."Aksenna melirik sekilas dengan seringai tipis. "Saya juga punya kehidupan sosial, Raia. Tapi saya bisa pastikan, it's not a date."Mendengar itu, Raia malah mendengus makin kencang, sengaja memancing emosi sang bos. "Maksudku, ya nggak apa-apa juga kalau date ..."Aksenna mendadak menginjak rem agak dalam karena lampu lalu lintas berubah merah. Pria itu menoleh sepenuhnya, menatap Raia dengan sorot mata yang berubah tajam dan intens."Really? Setelah apa yang kita lakukan semalam?"Raia bungkam. Napasnya tercekat di tenggorokan, kepalanya mendadak kosong. Pertanyaan telak itu mendarat tepat di sasaran, membuat lidahnya kelu untuk merespons.Ia bingung harus menjawab apa—antara membela harga dirinya dengan argumen sarkas atau pura-pura tuli karena kenyataannya ia memang tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi di antara mereka malam tadi.
Last Updated : 2026-09-11 Read more