Vika bukan tipe perempuan yang mudah dilupakan.Tingginya sekitar 168 cm, dengan postur tegap yang dibentuk oleh olahraga yang intens. Rambut bob-nya jatuh sempurna di rahang. Matanya cokelat gelap, tajam dan selalu bergerak. Mengamati. Menghitung. Menyimpan. "Hi. Senang kenal kamu," ujar Vika, suaranya lembut tapi mantap."Hai ...," balas Raia.Sementara itu, di ujung ruangan, Aksenna yang sejak tadi bersandar di sandaran kursi tiba-tiba menegakkan tubuh. Matanya menatap Vika dengan ekspresi yang sulit dibaca.Ada kejutan di sana. Jelas sekali."Vika?" Aksenna mengulang nama itu pelan, hampir seperti bisikan.Vika menoleh, dan untuk pertama kalinya senyumnya melebar. "Halo, Senna—eh Pak Aksenna. Long time no see."Raia menangkap sesuatu di udara. Ketegangan. Halus, tapi nyata.Pak Raihan menyela dengan santai. "Oh, kalian sudah kenal? Bagus, berarti nggak perlu perkenalan panjang. Vika, kamu bisa mulai pelajari semua materi Kronos dari Raia. Nanti kita lihat di mana kamu bisa kontr
Last Updated : 2026-09-19 Read more