Kayla berjalan cepat menuju toilet wanita. Langkah kakinya bergesekan tergesa dengan lantai marmer koridor, berusaha sekuat tenaga menahan bulir air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.Begitu pintu toilet tertutup rapat, tangis yang ditahannya pecah seketika. Entah mengapa, perkataan Fery tentang 'hak' dan 'kontrak' tadi terasa begitu menghantam dadanya.Setelah beberapa menit menenangkan diri dan membasuh wajahnya yang sembap dengan air dingin, Kayla melangkah keluar menuju kubikel kerjanya. Tanpa membuang waktu, ia langsung merapikan tas dan barang-barangnya.“Win, kalau nanti ada yang nyariin aku, bilang aja aku izin pulang setengah hari, ya,” ucap Kayla pelan pada Wina.Wina menghentikan ketikannya, menatap Kayla dengan alis bertaut heran. “Lho, kamu kenapa, Kay? Muka kamu pucat banget.”“Tiba-tiba nggak enak badan,” jawab Kayla singkat.Tanpa menunggu pertanyaan Wina selanjutnya, Kayla segera beranjak pergi meninggalkan area kantor, membiarkan Wina yang masih diliputi
Last Updated : 2026-08-03 Read more