Fery menarik diri dengan enggan, lalu meraih ponselnya sembari menggerutu pelan. “Siapa sih, ganggu saja,” gumamnya kesal.Ia melangkah sedikit menjauh dari Kayla agar suaranya tidak terlalu terdengar.“Ada apa?” tanya Fery begitu suara di seberang sana menyapa.“Aku sudah menyelidikinya. Ternyata kepulangan Evelyn itu atas permintaan Om Hendro,” lapor Alan tanpa basa-basi.Raut wajah Fery sempat mengeras sesaat, namun ia segera menguasai diri. “Terus selidiki. Dan ingat, malam ini aku tidak mau diganggu lagi,” tegas Fery sebelum langsung memutuskan sambungan telepon secara sepihak.Pria itu menghela napas, lalu berbalik menghampiri Kayla dengan senyuman yang kembali hangat. “Maaf ya, Sayang. Tadi Alan menelepon urusan kantor.”“Mas, ayo pulang. Nenek pasti sudah menunggu di rumah,” ajak Kayla pelan, berusaha mengalihkan debar di dadanya setelah momen intim mereka tadi sempat terhenti.Fery melangkah mendekat ke arah Kayla, mempersempit jarak di antara mereka. “Pulang? Padahal rencana
Last Updated : 2026-08-18 Read more