Bunyi monitor sesahutan, mata Caroline terpasat pada pria yang tengah berbaring di ranjang pesakitan itu. Selang panjang nampak masuk ke dalam mulutnya.Caroline menarik nafas dalam. Padahal Henry dulunya sangat gagah. Begitu tampan ketika ia sedang berjaya. Namun semakin tua usianya, Henry semakin tak berguna.Sesungguhnya, Caroline hanya bertahan demi harta. Namun jika sudah begini, siapa yang mau mengurus pak tua yang tak berdaya ini?Apalagi Henry sudah menjual seluruh aset Barnes. Tak sampai disana, dia juga mengancam tak akan memberikan Caroline dan putranya bagian sedikitpun. Ah, sial sekali!Tangan Caroline meremas ujung gaun yang ia pakai. Penderitaan ini harus dihentikan. Dengan begitu, dia akan hidup bebas bersama Jonathan.Di ruang yang dingin ini, Caroline bangkit dari duduknya sambil menatap keluar. Di bilik kaca ini tak ada siapapun selain dirinya. Perawat dan dokter sedang sibuk mengurus pasien lain.Ah, ini adala
Last Updated : 2026-10-02 Read more