13 Harvitha terkesiap, lalu dia menggeleng. "Bukan karena itu, Mas," kilahnya."Lalu, karena apa?" desak Afzal. "Aku ... memang nggak bisa anggap Mas lebih dari seorang Kakak," terang Harvitha. "Aku sayang dan menghormati Mas, tapi buat menikah, aku nggak bisa," akunya. "Aku nggak pacaran sama Mas Aric, karena dia orang kaya. Aku bisa menerimanya, karena dia sangat menjagaku dengan caranya sendiri. Dia juga sayang banget sama Arfan, dan aku yakin itu tulus, bukan dibuat-buat," tambah Harvitha. Dia harus menerangkan semuanya supaya Afzal tidak salah paham.Pria berkumis tipis itu mendengkus pelan. "Bagian Arfan, memang harus kuakui itu benar. Tapi, bagian menjaga, apa itu artinya dia melimpahimu dengan banyak materi?" "Mas pikir aku matre?" "Enggak, cuma ...." "Dia nggak pernah beliin aku barang mahal. Kami bahkan belum pernah kencan di tempat mewah. Dia juga nggak pernah membanggakan hartanya, bahkan dia kesal kalau aku mulai insecure, karena merasa nggak sebanding dengannya." "
Última actualización : 2026-09-08 Leer más