24Suasana duka masih menyelimuti kediaman orang tua Bryan, di tepi Kota Bogor. Beberapa tenda besar yang menutupi pekarangan luas dan jalan depan rumah tersebut, hampir tidak mampu menampung banyaknya orang yang hendak ikut takziah pertama di sore itu. Bryan yang berada di ruang tamu bersama Zaiban dan Farid, berulang kali mengusap matanya yang berair dengan saputangan handuk. Hal serupa juga dilakukan Sekar, Jayanti (Adik Bryan), dan Yatriva (Istri Zaiban), yang berada di kumpulan perempuan di ruang tengah. Gemala, Ibu Bryan, masih berbaring di sofa dekat pintu kamar utama. Perempuan tua berjilbab hitam itu berusaha untuk terus mengaji, meskipun dia terisak-isak. Karin yang menemani Gemala di dekat kursi, juga masih tampak syok. Gadis muda itu akan berhenti mengaji, lalu menutupi wajahnya dengan saputangan. Sementara Lucky dan ketujuh cucu lainnya, hanya duduk diam di belakang Ibu mereka. Seusai acara, Bryan dan keluarganya, berdiri di teras depan. Mereka memberikan tas berisika
Última actualización : 2026-09-14 Leer más