Setelah permainan itu selesai, acara selanjutnya pun berlanjut ke makan siang bersama di Aula Utama yang kini tampak meriah dengan hidangan prasmanan yang berlimpah. Rania, Kirby, dan Nadia memilih menikmati makanan penutup di teras aula yang menghadap langsung ke taman hijau yang rimbun dan berwarna-warni. "Eh, Ran, lihat deh gelangmu itu!" seru Nadia tiba-tiba, matanya terpaku pada pergelangan tangan kanan Rania yang sedang memegang sendok. "Peraknya... sepertinya beda sama perak biasa. Kilauannya lebih lembut dan kokoh, kayanya nggak mudah kusam juga. Mungkin ini jenis perak langka deh, harganya pasti lumayan mahal!" "Iya benar!" timpal Kirby sambil mencondongkan tubuh untuk melihat lebih dekat. "Aku juga belum pernah lihat model perak begini. Liontin bulan sabitnya juga unik, nggak pasaran. Wah, Pak Abiyya benar-benar kasih hadiah yang spesial buat kamu, Ran!" Rania hanya tersenyum tipis tanpa menoleh, lalu kembali menyuap kue cokelat di piringnya tanpa selera. Ia memil
Última actualización : 2026-08-30 Leer más