Keesokan paginya, suara lembut Kirby terdengar samar di tengah kesadaran Rania, yang masih tenggelam dalam tidurnya. “Rania, bangun dulu dong sebentar...” Gadis itu mengerang pelan, lalu malah menarik selimut hingga menutupi sebagian wajahnya. “Hmm... lima menit lagi," tukas Rania dengan suara serak. Kirby terkekeh kecil. “Kamu ini benar-benar masih mengantuk, ya?” Kemudian gadis itu duduk di tepi ranjang, dan memperhatikan Rania yang masih meringkuk malas. “Gimana kaki kamu? Masih sakit?” Mendengar pertanyaan itu, Rania pun perlahan membuka matanya. “Sedikit...” jawabnya lirih. “Tapi sudah jauh lebih baik.” “Syukurlah.” Kirby mengangguk. “Kalau begitu, kamu mau sarapan di aula bersama yang lain, atau sarapan di kamar saja?” Dan Rania langsung menarik selimutnya kembali. “Di kamar saja.” Kirby menghela napas kecil, tetapi akhirnya ia pun mengangguk. “Baiklah. Aku akan meminta mereka membawakan sarapanmu ke sini.” Rania hanya mengguman pelan sebagai jawaban. Na
Última actualización : 2026-09-09 Leer más