Matahari pagi baru saja menyelinap lewat celah tirai jendela kamar Rania, namun ia sudah terjaga sejak jam lima pagi. Kantung mata gelap terlihat jelas di bawah kelopak matanya, sebuah bukti nyata bahwa hampir tak ada sekejap pun ia bisa memejamkan mata semalaman. Pikirannya terlalu penuh, terlalu riuh. Wajah Abiyya, kata-katanya yang menggemakan ancaman sekaligus perlindungan, sentuhannya yang membakar sekaligus menakutkan. Semuanya berputar tanpa henti di kepala Rania, membuatnya gelisah hingga tak bisa tenang barang sejenak pun. Di permukaan, Abiyya adalah sosok yang sempurna. Ramah, berwibawa, bos yang dikagumi semua orang. Namun Rania tahu bahwa di balik topeng itu tersembunyi sosok yang dingin, misterius, kadang mengerikan, tapi juga... ...begitu penuh gairah hingga mampu membuat Rania lupa pada segalanya. "Sebenarnya apa yang Pak Abiyya inginkan dariku?" Rania bertanya untuk kesekian kalinya, tanpa pernah menemukan jawaban yang pasti. Bukankah bosnya itu
Dernière mise à jour : 2026-08-17 Read More