Senyuman beracun Bi Sumi mengembang di balik kegelapan dapur saat dua tetes cairan bening itu larut sempurna di dalam porselen. Bi Sumi merapikan tatakan nampan kayu, menaiki tangga utama menuju lobi lantai dua tempat Arini baru saja keluar dari kamar mandi. "Selamat sore, Nyonya Muda... Ini saya bawakan Teh Hangat segar khusus racikan dapur," sapa Bi Sumi dengan vokal berpura-pura manis. "Terima kasih, Bi. Taruh saja di meja rias," sahut Arini dingin, merapatkan mantel sutranya tanpa menoleh. "Diminum sekarang selagi hangat ya, Nyonya... Biar badan yang tegang pasca-acara pesta semalam bisa rileks," bujuk Bi Sumi menggeser cangkir. Arini menghembuskan napas pelan, meminum Teh Hangat itu hingga tersisa separuh demi mengusir rasa penat di kepalanya. Bi Sumi tersenyum puas, melangkah mundur membawa nampan kosong dengan picingan mata yang menyimpan intrik jahat.
Last Updated : 2026-08-14 Read more