Mata Daman menyipit tajam, langsung menyambar amplop merah dari atas nampan Bi Sumi sebelum tangan Arini sempat menyentuhnya. "Terima kasih teh hangatnya, Bi," pangkas Daman dingin seraya menyembunyikan surat itu di balik jasnya. "Bi Sumi bisa kembali ke area bawah sekarang." Bi Sumi mengulas senyum miring beracun, melangkah mundur pelan. "Baik, Bapak Direktur Baru. Selamat menikmati malam di penthouse baru." Begitu pintu lorong tertutup rapat, Daman menarik lengan Arini masuk ke dalam penthouse megah lantai paling atas, lalu mengunci pintunya rapat-rapt. Arini melepaskan napas lega, menyandarkan punggungnya pada pintu jati tebal seraya menatap seluruh ruangan bernuansa marmer dan kaca itu. "Akhirnya... kita benar-benar terbebas dari rumah terkutuk itu, Daman," bisik Arini dengan suara bergetar bahagia. Daman melepas kancing jas hitamnya, me
Last Updated : 2026-09-14 Read more